Merangcang percobaan baru di Lab Lapang Terpadu FP Unila

More »

Grup peneliti rehabilitasi tanah dengan penerapan olah tanah minimum dan mulsa in situ

More »

 

Daily Archives: September 13, 2018

PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru, Jurusan Ilmu Tanah, Angkatan 2018

Ketua Jurusan Ilmu Tanah, Prof. Dr Ir. Ainin Niswati, MS, MAgr.Sc

Jum’at, 17 Agustus 2018- Tibalah masanya program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) berlangsung di tingkat jurusan masing-masing di lingkungan Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, termasuk di Jurusan Ilmu Tanah. PKKMB ini merupakan serangkaian kegiatan yang diselenggarakan selama beberapa hari, mulai dari tingkat Universitas, Fakultas, dan berakhir di tingkat Jurusan.

PKKMB tahun 2018 ini semakin meriah karena bertepatan dengan HUT-RI ke 73. Tahun ini merupakan angkatan ketiga Jurusan Ilmu menerima mahasiswa baru setelah lahirnya kembali Jurusan Ilmu tanah pada tahun 2016. Sebagaimana telah diketahui, sejak tahun 2007 sampai 2015, Jurusan Ilmu Tanah, Agronomi dan Hortikultura, dan Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan dilebur menjadi menjadi satu dengan nama jurusan Agroteknologi. Pada tahun 2018 ini, mahasiswa Ilmu Tanah diterima sebanyak 46 orang.

Serangkaian program PKKMB di tingkat jurusan ini diperkenalkan kepada mahasiswa baru tentang Jurusan Ilmu Tanah; Cakrawala Bidang Ilmu Tanah dan Prospek Dunia Kerja; Pengenalan Dosen Pembimbing akademik; Peraturan Akademik;  Kalender Akademik, Sistem SKS, KRS, dan PA; Teknik Belajar di Perguruan Tinggi; dan Pengenalan Fasilitas Jurusan Ilmu Tanah.

Kita berharap mahasiswa baru Ilmu Tanah dapat beradaptasi dengan sistem pendidikan di Perguruan Tinggi, berprestasi dibidang akademik, dan aktif dalam organisasi di lingkungan Fakultas maupun di tingkat Universitas.

 

Viva Soil

Soil Solid

Dr Ir. Tamaluddin Syam, MS sedang memberikan arahan dan motivasi mengenai kepada mahasiswa baru

Prof. Dr Ir. Jamalam Lumbanraja sedang memberikan pengetahuan kepada mahasisswa tentang Cakrawala Bidang Ilmu Tanah dan Prospek Dunia Kerja

Ir. Sarno, MS sedang memperkenalkan Laboratorium Ilmu Tanah kepada Mahasiswa Baru Ilmu Tanah

Pengenalan Laboratorium Evaluasi Lahan dan Lingkungan oleh Kepala Laboratorium Dr Ir Tamaluddin Syam, MS

Pengenalan Ruang Instrument Ilmu Tanah ke Mahasiswa Baru

Mahasiswa baru aktif berdiskusi selama PKKMB

Faperta Berkarya- Pertanian, Pemanasan Global, dan Mitigasi Gas Rumah Kaca

Tiga Pakar Ilmu Tanah sedang Talkshow dalam program Faperta Berkarya ditayangkan secara Live di Radar TV

Kamis, 6 Agustus 2018, tiga pakar Ilmu Tanah kembali hadir dalam program Faperta Berkarya di salah satu stasiun TV lokal. Beliau adalah Prof. Dr Ir. Muhajir Utomo, MSc; Prof. Dr Ir. Jamalam Lumnaraja, MSc; dan Dr Ir. Hendri Buchari, MS. Pada acara tersebut diangkat topik Pertanian, Pemanasan Global dan Mitigasi Gas Rumah Kaca.Dalam talkshow tersebut dijelaskan bahwa pemanasan global yang kini sedang terjadi adalah akibat  dari makin meningkatnya emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfir, baik yang berasal dari ekosistem alami maupun ekosistem buatan termasuk sektor pertanian. Gas rumah kaca dominan di atmosfir adalah karbon dioksida (CO2), metan (CH4) dan  nitrous oksida (N2O). Potensi kekuatan dalam pemanasan global,  CH4  21 kali dan N2O 290 kali lebih besar dari CO2.

Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak terkena dampak pemanasan global. Terjadinya banjir dan longsor di berbagai daerah pada musim hujan, dan kekeringan berkepanjangan pada musim kemarau merupakan bukti dampak pemanasan global.  Selain itu, musim pun sudah makin tidak menentu, sehingga mempersulit petani dalam menentukan waktu tanam. Perubahan iklim global tersebut akhirnya akan berdampak terhadap ketahanan pangan nasional. Ironisnya, sebagai sektor yang paling banyak terkena dampak pemanasan global, pertanian juga merupakan penyumbang gas rumah kaca (GRK) global. Sektor pertanian menyumbang emisi GRK anthropogenik dalam pemanasan global sebesar 20%, dan sebesar 90% berasal dari pertanian daerah tropik. Indonesia sendiri sebagai negara berkembang di daerah tropik sudah menjadi salah satu pemasok GRK terbesar di dunia setelah Amerika dan Cina.

Besarnya kehilangan gas CO2 dari sektor pertanian disebabkan oleh cara praktik budidaya pertanian yang tidak berkelanjutan. Contoh budidaya pertanian yang memacu emisi GRK adalah pembakaran lahan dan pembajakan tanah. Pembakaran lahan bukan hanya menghasilkan GRK, tetapi juga merusak tanah. Pembajakan lahan disamping merusak agregasi tanah sehingga partikel-partikel tanah menjadi lepas dan karbon tanah hilang terbawa erosi, juga memacu oksidasi bahan organik tanah yang berakibat pada meningkatnya emisi gas CO2 dan menurunnya cadangan karbon tanah.

Sumber emisi GRK dari sektor pertanian dalam arti luas adalah dari lahan gambut, lahan sawah dan lahan kering. Emisi CO2 dari lahan gambut sebagian besar karena pembakaran lahan dan sistem drainasi yang berkelebihan. Sementara emisi GRK di lahan sawah karena emisi CH4 akibat sistem drainase yang buruk, sedangkan emisi GRK di lahan kering sebagian besar karena emisi gas CO2 akibat sistem olah tanah konvensional dan pembakaran lahan.

Oleh karena itu, diperlukan adanya mitigasi GRK melalui manajemen lahan berkelanjutan yang bukan hanya mampu meningkatkan penyerapan karbon, tetapi juga dapat mengurangi emisi gas CO2  dari sektor pertanian. Strategi peningkatan karbon dalam tanah bukan hanya akan membantu pengurangan emisi GRK, tetapi juga meningkatkan kesuburan tanah. Melalui penerapan  pengelolaan lahan berkelanjutan, peningkatan C dalam tanah sebesar 4/1000 per tahun (“4 per mille Soils for Food Security and Climate”) sebagai kebijakan global dapat dipenuhi.

Teknik-teknik budidaya pertanian yang mampu mengurangi emisi  CO2 dan sekaligus meningkatkan karbon dalam tanah serta kesuburan tanahnya antara lain teknik konservasi tanah, penanaman tanaman pelindung, diversifikasi tanaman, pertanian organik, dan agroforestri (wanatani).

Prof. Dr Ir. Muhajir Utomo, MSc

Prof. Dr Ir. Jamalam Lumbanraja, MSc

 

Dr Ir. Hendri Bucharie, MS

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.