Tiga Pakar Ilmu Tanah pada Program Faperta Berkarya di Radar TV Lampung dengan Tema “Pengelolaan Lahan Kering Masam”

Fakultas Pertanian Universitas Lampung menghadiri dan mengisi acara Radar TV Lampung pada program Faperta Berkarya. Tujuan acara ini adalah memperkenalkan pertanian kepada masyarakat petani serta memperkenalkan lebih jauh fakultas pertanian ke masyarakat luas.

Pada hari Kamis tanggal 18 April 2019, Program studi Ilmu Tanah mengirimkan 3 pakar ilmu tanah yaitu Prof. Dr. Ainin Niswati; Ir. Sarno, MS dan Dr. Supriatin, M.Sc. Tema yang diangkat pada acara tersebut yaitu “Pengelolaan Lahan Kering Masam”. Acara tersebut disiarkan secara langsung (Live) oleh Radar TV atau dapat menyaksikan acara tersebut via streaming melalui website Radar TV Lampung.

Ir. Sarno, MS menyampaikan materi

Dr. Supriatin, M.Sc menyampaikan materi

Prof. Dr. Ainin Niswati menyampaikan materi

Pada acara ini menjelaskan bahwa tanah masam merupakan tanah yang dominan dijumpai pada daerah tropika basah yang memiliki sebaran yang cukup luas di Indonesia. Tanah ini banyak digunakan untuk budidaya pertanian atara lain tanaman pangan, padi gogo, perkebunan dan dll). Beliau menjelaskan bahwa sebaran lahan kering masam di Provinsi Lampung sekitar 2,65 juta Ha atau kurang lebih 75% dari luasan wilayah Provinsi Lampung. Permasalahan lahan kering masam yaitu memiliki kesuburan yang randah, pH tanah yang masam (4,5-5,5), kandungan bahan organik rendah, serta kelarutan alumunium (Al) dan besi (Fe) yang berlebihan yang akan meracuni tanaman budidaya.

Upaya yang perlu dilakukan uantuk mengelola lahan kering masam agar lahan tetap berpotensi yaitu dilakukan pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Beberapa teknik pengelolaan lahan kering masam antara lain:

  1. Pengembalian bahan organik. Pemberian bahan organik bertujuan unutuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah, meningkatkan kandunagn hara tanah mengurangi kelarutan alumunium dan besi yang dapat meracuni tanaman, membuat agregat tanah menjadi gembut serta meningkatkan organisme tanah.
  2. Pemberian pupuk yang berimbang. Pemberian pupuk NPK ke lahan pertanian dilakukan sesuai dengan dosis yang dibutuhkan tanaman budidaya. Selain pemberian pupuk kimia, pemberian pupuk organik mutlak dilakukan.
  3. Pemberian kapur pertanian seperti dolomit perlu agar meningkatan pH tanah. Pemberian kapur pertanian selain meningkatkan pH tanah, namun dapat menyediakan unsur hara kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) bagi tanaman.

 

Sekian acara Faperta Berkarya di Radar TV, Sampai Bertemu kembali….

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.