Merangcang percobaan baru di Lab Lapang Terpadu FP Unila

More »

Grup peneliti rehabilitasi tanah dengan penerapan olah tanah minimum dan mulsa in situ

More »

 

Daily Archives: May 31, 2019

EKSPEDISI TUFA RANAU

Hari Minggu dan Senin tanggal 26 – 27 Mei 2019, mahasiswa jurusan Ilmu Tanah angkatan 2018 mengadakan field trip ke Danau ranau Lampung Barat. Kegiatan ini didampingi oleh dosen jurusan ilmu tanah yaitu Prof. Dr. Ir. Jamalam Lumbanraja, M.Sc (PJ mata kuliah), Prof. Dr. Ir. Ainin Niswati, M.S., M.Agr. Sc (Ketua Jurusan Ilmu Tanah), Dr. Supriatin, S.P., M.Sc., Ali Rahmat., S.P., M.App.Sc. Ph.D., Astriana Rahmi Setiawati, S.P., M.Si., Septi Nurul Aini, S.P., M.Si., dan Winih Sekaringtyas Ramadhani S.P., M.P. Tujuan kegiatan ini untuk mengenalkan kepada mahasiswa keadaan geologi dan susunan mineral tanah di sekitar Danau Ranau setelah terjadinya letusan gunung berapi purba sekitar puluhan tahun yang lalu.

Perjalanan dimulai dari GSG Universitas Lampung menuju Danau Ranau pada tanggal 26 Mei 2019. Pukul 06.00 WIB kami berkumpul di depan GSG Universitas Lampung. Prof. Dr. Ir. Jamalam Lumbanraja, M.Sc dan Prof. Dr. Ir. Ainin Niswati, M.S., M.Agr. Sc memberi sambutan dan melepaskan perjalanan Ekspedisi Tufa Ranau.

Prof. Dr. Ir. Jamalam Lumbanraja, M.Sc memberi sambutan

Prof. Dr. Ir. Ainin Niswati, M.S., M.Agr. Sc melepaskan perjalanan

Kegiatan ini mengunjungi berbagai daerah untuk dilakukan pengamatan dan pengambilan sampel tanah.  Titik pengamatan yang diamati antara lain: Sekincau, Batu Barak, Padang Cahaya, dan Sukau. Kemudian dilanjutkan ke daerah Liwa untuk menginap dan istirahat. Pengamatan yang diamati yaitu keadaan fisiologi daerah lokasi pengamatan, pengamatan profil tanah dan dilanjutkan dengan pengambilan sampel tanah.

 

 

 

 

 

 

 

Catatan sejarah menunjukkan bahwa Danau ranau terbentuk karena adanya letusan gunung berapi purba dan terjadinya gempa besar yang terjadi puluhan tahun lalu. Letusan tersebut membuat cekungan besar, sehingga memunculkan danau. Danau Ranau terletak di Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan.

Titik pegamatan yang diamati pertama kali yaitu daerah Sekincau. Daerah ini terlihat pada penampang profil tanah terlihat bahwa tanah tersebut lembab. Hal ini dimungkinkan adanya batuan di bagian bawah yang mengakibatkan air tertahan pada bawah tanah. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan pada daerah Batu Barak. Landcover pada lokasi pengamatan Batu Barak yaitu tanaman kopi. Destinasi lokasi ke-3 dilakukan di daerah Padang Cahaya dan dilajutkan ke daerah Sukau. Mahasiswa antusias dalam pengamaatan fisiologi dan morfologi pada setiap titik lokasi pengamatan.

 

 

 

 

 

Selajutnya rombongan Ekpedisi Tufa Ranau melanjutkan perjalanan ke Liwa untuk menginap dan istirahat untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Kampung pada tanggal 27 Mei 2019.

 

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.