Category Archives: Home

Ekspedisi Krakatau- Jurusan Ilmu Tanah

Sabtu-Minggu, 7-8 Juli 2018 mahasiswa Jurusan Ilmu Tanah melakukan Ekspedisi Krakatau. Ekspedisi Krakatau ini merupakan bagian dari praktikum mata kuliah Geologi dan Mineralogi Tanah mahasiswa Angkatan 2017. Field trip ini didampingi oleh Penanggung Jawab Mata kuliah Prof. Dr.Ir. Jamalam Lumbanraja, MSc dan anggota Dr.Ir. Supriatin, MSc, kemudian Zuldadan Naspendra, SP MSi dan Septi Nuraini, SP, MSi, serta sekretaris Jurusan Ilmu Tanah Nur Afni Afrianti, SP, MSc. Fieldtrip ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa yang didapat selama perkuliahan dan mengaplikasikan teori tersebut di lapangan, dengan mengidentifikasi jenis batuan pada landform vulkanik gunung krakatau, perkembangan profil tanah dan vegetasi pada wilayah gunung api berdasarkan toposequence. Selain bagian dari edukasi, ekspedisi krakatau ini menjadi bagian darmawisata di akhir perkuliahan semester genap.

Tim ekspedisi sedang persiapan keberangkatan menuju Krakatau

Dosen pendamping Ekspedisi Krakatau. Gambar dari kiri ke kanan (Septi Nurul Aini, SP MSi; Dr Supriatin, SP MSc; Zuldadan Naspendra, SP MSi; Prof. Dr Ir Jamalam Lumbanraja, MSc; Nur Afni Afrianti, SP MSc

Sarapan pagi di kaki Gunung Anak Krakatau

Stratifikasi tephra di lereng tengah anak Gunung Krakatau (ketinggian lokasi ini sekiitar 70 mdpl)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perjalanan dimulai dari Gedung A (Dekanat, Fakultas Pertanian) menuju Dermaga Canti, Lampung Selatan. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan kapal motor ke Pulau Sebesi. Pulau tersebut merupakan tempat menginap tim. Disekitar pulau tersebut terdapat gugus pulau kecil tempat wisata sekaligus pengamatan batuan dan identifiaksi formasi pembentukan pulau. Ke esokan harinya, perjalanan dilanjutkan ke Gunung Anak Krakatau. Pengamatan tanah dan identifikasi batuan dilakukan secara toposequence dengan 7 jumlah titik pengamatan.

Catatan sejarah menunjukkan pembentukan komplek Gunung Krakatau pada masa prasejarah diawali dengan adanya sebuah gunung api besar yang disebut Krakatau Besar dengan bentuk kerucut. Pada ratusan ribu tahun yang lalu terjadi letusan dahsyat yang menghancurkan dan menenggelamkan lebih dari 2/3 bagian Krakatau. Akibat letusan tersebut menyisakan 3 pulau kecil, yaitu Pulau Rakata, Panjang dan Sertung. Pertumbuhan lava yang terjadi di dalam kaldera Rakata membentuk dua pulau vulkanik baru, yaitu Danan dan Perbuatan.

Pada tanggal 27 Agustus 1883 terjadi letusan besar dan menghancurkan sekitar 60% tubuh Krakatau di bagian tengah sehingga membentuk lubang kaldera dengan diameter ± 7 km dan menyisakan 3 pulau kecil, yaitu pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang.

Kegiatan vulkanik di bawah permukaan laut terus berlangsung dan periode 1927-1929 muncul sebuah dinding kawah ke permukaan laut sebagai hasil erupsi. Pertumbuhan ini terus berlangsung membentuk pulau yang disebut Anak Krakatau (Sumber: Balai Konservasi Sumberdaya Alam Lampung).

Hasil pengamatan terakhir pada tanggal 7 Juli 2018 oleh tim Ekspedisi Ilmu Tanah Unila menunjukkan bahwa saat ini ketinggian Anak Gunung Api Krakatau mencapai 180 mdpl. Hal ini meunjukkan pertumbuhan rata-rata anak Gunung Api Krakatau sejak muncul pada tahun 1927 sampai 7 Juli 2018 mencapai 1.97 meter/tahun.

Anak Gunung Krakatau sedang erupsi mengeluarkan material piroklastik

Anak Gunung Kraktau sedang erupsi kecil. Gambar diambil pada ketinggian sekitar 50 mpdl

Selamat menikmati masa purnabakti bapak Prof. Dr. Ir. Ali Kabul Mahi, MS dan Prof. Dr. Ir. KES Manik, MS- “Terimakasih Bakti dan Dedikasimu, Jasa-jasamu akan selalu dikenang”

Bandar Lampung, Rabu 27 Juni 2018, keluarga besar jurusan Ilmu Tanah mengadakan acara Purnabakti Prof. Dr. Ir. Ali Kabul Mahi, MS dan Prof. Dr. Ir. KES Manik, MS. Acara yang diadakan di Rumah Makan Kayu, Way Halim tersebut hadiri oleh segenap staf pendidik dan kependidikan Jurusan Ilmu Tanah, Universitas Lampung. Acara berlangsung hangat dengan penuh keakraban. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Prof. Dr. Ir. Ainin Niswati, MS. Magr.Sc selaku ketua Jurusan Ilmu Tanah, kemudian sambutan disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr Ir. Irwan Sukri Banuwa, MS yang juga berasal dari Jurusan Ilmu Tanah. Ucapan terimakasih banyak disampaikan kepada beliau atas dedikasi yang telah setia mengabdi, membangun dan mengembangkan Jurusan Ilmu Tanah hingga 42 tahun lamanya. Prof. Ainin menyampaikan kiprah, karya dan dedikasi beliau patut menjadi teladan bagi kita semua di mana Prof. Dr Ir. Ali Kabul Mahi, MS telah banyak menghasilkan publikasi ilmiah dan karya berupa buku hingga tidak terhitung lagi jumlahnya, sedangkan Prof. Dr Ir KES Manik, MS selain menghasilkan publikasi dan karya buku, beliau juga dikenal rapi dengan dalam mengarsipkan dokumen-dokumen.

Prof. Dr Ir. Ali Kabul, MS

Prof. Dr Ir.KES Manik, MS dan istri

Dekan FP UNILA Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, MS

Ketua Jurusan Ilmu Tanah Prof. Dr Ir. AInin Niswati MS, MAgr.SC

Sebelum penutupan dengan acara makam malam, Jurusan Ilmu Tanah memberikan cinderamata sebagai kenang-kenangan dari segenap staf pendidik dan kependidikan. Selamat menikmati masa purna bakti dalam suasana lahir dan batin yang sehat, tentram, damai beserta istri, anak-anak dan cucu serta handai tolan lainnya, semoga Allah SWT memberkahi Bapak diberi kesehatan, kejernihan pikiran yang bertambah dan kearifan yang makin sempurna.

 

Penyerahan cinderamata oleh Dekan FP

Penyerahan cinderamata oleh Dekan FP

 

Kalau menanam si limau manis, jangan ditanam dekat buah jarak;

Ingin rasanya kami menangis, karena berpisah denganmu bapak;

Kalau matoa berbuah sudah, jangan ditebang atau rubuhkan;

Kalau ada luput dan salah, kami sekeluarga mohon maafkan;

Kalau ada sumur di ladang, jangan biarkan kering kerontang;

Kalau ada waktu yang lapang, ke manapun kami datang bertandang.

 

Acara ditutup dengan do’a oleh Ir Hery Novriansyah, MS, diakhiri dengan makan malam dan salam-salaman.

Maju Ilmu Tanah kita, Viva Soil, Soil Solid

Foto bersama keluarga besar Jurusan Ilmu Tanah, FP UNILA

3 Pakar Ilmu Tanah pada Program Faperta Berkarya di Radar TV Lampung

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 ini Faperta Berkarya berkerjasama dengan stasiun Radar TV Lampung. Tujuan acara tersebut adalah memperkenalkan/mensosialisasikan teknologi terbaru hasil riset fakultas pertanian kepada masyarakat petani dan memperkenalkan lebih jauh fakultas pertanian ke masyarakat luas.

Pada tanggal 5 april 2018, Program studi Ilmu Tanah mengirimkan 3 pakar ilmu tanah di bidang Survay dan Genesis tanah, yaitu Dr Ir Tamaluddin Syam, MS; Ir Didin Wiharso, MSi; dan Zuldadan Naspendra, SP, MSi. Pada acara tersebut tema yang diangkat adalah “Potensi tanah/lahan dalam mendukung ketahanan pangan”. Acara tersebut disiarkan secara live oleh Radar TV setiap hari kamis pekan ke 1 dan ke 3 pukul 19.00 WIB. Penonton juga bisa menyaksikan acara tersebut via streaming melalui website Radar TV Lampung.

 

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.