Merangcang percobaan baru di Lab Lapang Terpadu FP Unila

More »

Grup peneliti rehabilitasi tanah dengan penerapan olah tanah minimum dan mulsa in situ

More »

 

MAHASISWA ILMU TANAH MEMENANGKAN KEJUARAAN NASIONAL TAPAK SUCI

Kejuaraan Nasional Tapak Suci antar Perguruan Tinggi di Indonesia, dilakukan di Universitas Muhammadiyah Jakarta,  pada tanggal 21 – 24 Januari 2020. Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung, ikut serta dalam kejuaraan tersebut. Mir’atun Nisa merupakan perwakilan mahasiswa Ilmu Tanah anggatan 2018 yang  ikut serta dalam kejuaraan tersebut.

Mahasiswa Ilmu Tanah Angkatan 2018 “Mir’atun Nisa” yang beralamat di Toto Pojo (Waybungu) Lampung Timur kelahiran tahun 1999, keluar sebagai Juara Nasional dan mendapatkan Mendali Emas pada Seni Ganda Bersenjata dalam Kejuaraan Nasional Tapak Suci Antar Perti

Selamat Kepada Mir’atun Nisa, Jurusan Ilmu Tanah 2018 sebagai Juara Nasional Tapak Suci antar Perguruan Tinggi di Indonesia.

Mahasiswa PS. Ilmu Tanah FP UNILA Juara 3 Soil Judging Contest

Peserta dari mahasiswa PS. Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang terdiri dari Abiza Robbiul Abubakar, Devi Ushliyana Fauzi dan Anggraini Yuraida, yang merupakan mahasiswa angkatan 2017 memenangkan juara 3 perlombaan Soil Judging Contest (SJC).

Perlombaan ini diadakan di Bogor yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah IPB dalam rangka kegiatan Soil Festival 2019. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2019. Selain perlombaan Soil Judging Contest, terdapat perlombaan nasional Soil Cerdas Cermat serta Seminar Nasional.

Semoga ke depannya akan lebih baik lagi. Hal ini menunjukkan bahwa Ilmu Tanah FP Unila tetap Berjaya di ajang Nasional.

Viva Soil, Soil Solid…

 

KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI DESA MARGA AGUNG

Sabtu 12 Oktober 2019, beberapa dosen Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Lampung mengadakan kegiatan PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh warga Desa Marga Agung di beberapa dusun dan mahasiswa jurusan ilmu tanah UNILA. Kegiatan pengabdian ini bersamaan dengan acara KBSM (Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa) milik GAMATALA UNILA.

Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 3 tim dengan berbagai judul pengabdian. Tim 1 dihadiri oleh Dr. Ir. Afandi, M.P (ketua tim pengabdian 1), Septi Nurul Aini, S.P., M.P, dan Dr. Ali Rahmat S.P., M.Sc. PkM tersebut memiliki topik tentang: Penyuluhan Efisiensi dan Efektifitas Penggunaan Air di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh 56 warga Desa Marga Agung. Warga masyarakat sangat antusias dalam mendengarkan pemaparan pemateri (Dr. Ir. Afandi, M.P). Dr. Ir. Afandi, M.P., memperagakan bagaimana ciri-ciri tanah kapasitas lapang (air tersedia didalam tanah) dan keadaan tanah yang jenuh oleh air.

 

 

 

 

 

 

Selanjutnya setelah pemaparan dari pemateri 1, dilanjutkan dengan pemateri 2 dan 3 dalam mendemokan bagaimana cara pembuatan kompos dari bahan-bahan yang berlimpah di Desa tersebut. Pada pemateri 2 dan 3 diisi oleh tim PkM 2 dan PkM3. Tim PkM 2 dihadiri oleh Dr. Supriatin,S.P., M.Sc (ketua tim pengabdian 2), Ir. Sarno, M.S., Ir. Didin Wiharso, M.Si., Liska Mutiara Septiana, S.P., M.Si., dan Winih Sekaringtyas Ramadhani, S.P., M.P. Selanjutnya pada tim PkM 3 dihadiri oleh Ir. Mas Ahmad Syamsul Arif, M.Sc., Ph.D., Nur Afni Afrianti, S.P., M.Si dan Dedy Prasetyo, S.P., M.Si.

 

 

 

 

 

 

Tim 2 memiliki topik PkM berjudul “Percontohan Pembuatan Kompos Jerami Padi pada Kelompok Tani di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Sedangkan pada tim 3 memiliki topik PkM berjudul “ Pembuatan Kompos Sederhana dan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga di Desa Marga Agung, Jati Agung, Lampung Selatan. Pada peragaan pembuatan kompos warga masyarakat dibagi menjadi 2. Bapak-bapak mengikuti pelatihan pembuatan kompos jerami padi dan ibu-ibu mengikuti pelatihan pembuatan kompos sederhana dan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga. Tim 2 yang diketuai oleh Dr. Supriatin,S.P., M.Sc menjelaskan bagaimana dan tahapan-tahapan dalam pembuatan kompos jerami padi. Pembuatan kompos jerami padi diikuti oleh 30 warga Desa Marga Agung dan dibantu oleh mahasiswa. Warga masyarakat sangat antusias dalam membuat kompos jerami padi. Masyarakat dan mahasiswa ikut membantu dalam membalikkan dan mengaduk setiap bahan agar tercampur merata.

Selanjutnya pada tim PkM 3 dalam pembuatan kompos sederhana dan POC dari limbah rumah tangga dihadiri oleh 26 ibu-ibu warga Desa Marga Agung dan dibantu oleh mahasiswi Ilmu Tanah Universitas Lampung. Kegiatan pembuatan kompos dari limbah rumah tangga didampingi oleh Nur Afni Afrianti, S.P., M.Si dan Dedy Prasetyo, S.P., M.Si. Warga masyarakat sangat antusias dalam pembuatan kompos dari limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga yang digunakan yaitu dari bahan-bahan sayuran dan buah-buahan busuk dan dilakukan pencacahan sebelumnya agar cepat dan mudah mikroba dalam mendekomposisi.

Semoga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat bermanfaat bagi warga Desa Marga Agung dalam meningkatkan pemahaman tentang pembuatan kompos serta dapat diimplementasikan di lahan warga untuk meningkatkan kesuburan dan produktivitas tanaman.

Transfer Teknologi Pengomposan di Tiyuh Candra Kencana, Tulang Bawang Barat

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Ainin Niswati, M.S., M.Agr.Sc, dengan Anggota: (1) Prof. Dr. Ir. Purnomo, M.S., (2) Dr. Radix Suharjo, S.P., M.Agr., (3) Septi Nurul Aini, S.P., M.Si, berjudul “Pelatihan Pembuatan Kompos menggunakan starter Trichoderma dan starter Mikroorganisme Lokal (MOL) di Tiyuh Candra Kencana, Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat”.  Pengabdian ini terdiri dari kegiatan ceramah, diskusi, dan praktik.   Kunjungan ke Tiyuh Candra Kencana dilaksanakan sebanyak 3 kali meliputi (1) koordinasi persiapan pelaksanaan pengabdian, (2) penyuluhan dan praktik pembuatan MOL, dan (3) praktik pembuatan kompos dari bahan seresah tanaman dan jerami padi menggunakan starter MOL dan starter Trichoderma.

Selasa, 13 Agustus 2019,  para dosen PS Ilmu Tanah dan PS Proteksi Tanaman (Prof. Dr. Ir. Ainin Niswati dan Prof. Dr. Ir. Purnomo, M.S) melakukan kunjungan ke Tiyuh Candra Kencana menemui Bapak Lutfi (Ketua Gapoktan Lestari Makmur) dan beberapa warga desa tersebut.  Pembahasan pada kunjungan pertama tersebut mengenai penentuan waktu pelaksanaan kegiatan, penentuan pembelian alat-alat  dan bahan-bahan, serta menentukan berapa banyak undangan yang hadir dalam kegiatan pengabdian tersebut.

Diskusi Awal dengan Ketua Gapoktan

Jum’at, 6 September 2019, kegiatan pengabdian dimulai dengan ceramah dan diskusi serta praktik pembuatan MOL.  Kegiatan ini dihadiri oleh 8 kelompok tani yang ada di tiyuh tersebut.

Prof. Purnomo menyampaikan materi

Prof. Ainin Niswati menyampaikan materi

Dr. Radix Suharjo menyampaikan materi

Warga antusias memperhatikan pemateri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diskusi pembuatan MOL

Selasa, 24 September 2019, kegiatan pengabdian berlanjut dengan “pembuatan kompos dari bahan seresah tanaman dan jerami padi menggunakan starter MOL dan starter Trichoderma”.

PENGELOLAAN SAMPAH DAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI “RADAR TV”

19 September 2019, Dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung diundang sebagai narasumber oleh Radar TV. Dosen Ilmu Tanah FP UNILA yang di undang sebagai narasumber antara lain Prof. Dr. Ir. Sri Yusnaini, M.Si., Ir. M. A. Syamsul Arif, M.Sc., Ph.D., dan Ir. Didin Wiharso., M.Si.

Acara tersebut memiliki tema “Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Berbagai Tanaman Sayuran dalam Rangka Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat”. Narasumber menjelaskan bahwa permasalahan yang dihadapi saat ini yaitu belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan, belum optimalnya pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi kompos, tingginya harga kebutuhan pangan (seperti sayuran dan buah) serta rendahnya sayuran dan buah-buahan yang sehat karena pada umumnya petani menggunakan pupuk kimia.

Namun dari permasalahan yang saat ini dihadapi, terdapat solusi bagaimana dalam mengatasinya. Solusi tersebut antara lain: Mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dapat melakukan penanaman tanaman sayuran dan buah-buahan yang dapat dikonsumsi sehari-hari. Hal ini dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga. Selain itu tanaman budidaya dapat dipupuk dengan kompos hasil pemanfaatan dari limbah rumah tangga yang dapat digunakan sebagai sumber hara/nutrisi tanaman. Kompos dapat dibuat dengan limbah rumah tangga dan seresah tanaman di sekitar pekarangan. Kompos yang telah cukup matang ditandai dengan perubahan bentuk kompos yang terlihat mudah hancur, suhu telah mendekati suhu awal pengomposan, tidak berbau menyengat dan volume menyusut hingga setengah.

Ir. Didin Wiharso, M.Si memberi materi

Ir. M. A. Syamsul Arif, M.Sc., Ph.D memberi materi

 

 

 

 

 

 

 

Prof. Dr. Ir. Sri Yusnaini, M.Si memberi materi

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.