Merangcang percobaan baru di Lab Lapang Terpadu FP Unila

More »

Grup peneliti rehabilitasi tanah dengan penerapan olah tanah minimum dan mulsa in situ

More »

 

Faperta Berkarya- Pertanian, Pemanasan Global, dan Mitigasi Gas Rumah Kaca

Tiga Pakar Ilmu Tanah sedang Talkshow dalam program Faperta Berkarya ditayangkan secara Live di Radar TV

Kamis, 6 Agustus 2018, tiga pakar Ilmu Tanah kembali hadir dalam program Faperta Berkarya di salah satu stasiun TV lokal. Beliau adalah Prof. Dr Ir. Muhajir Utomo, MSc; Prof. Dr Ir. Jamalam Lumnaraja, MSc; dan Dr Ir. Hendri Buchari, MS. Pada acara tersebut diangkat topik Pertanian, Pemanasan Global dan Mitigasi Gas Rumah Kaca.Dalam talkshow tersebut dijelaskan bahwa pemanasan global yang kini sedang terjadi adalah akibat  dari makin meningkatnya emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfir, baik yang berasal dari ekosistem alami maupun ekosistem buatan termasuk sektor pertanian. Gas rumah kaca dominan di atmosfir adalah karbon dioksida (CO2), metan (CH4) dan  nitrous oksida (N2O). Potensi kekuatan dalam pemanasan global,  CH4  21 kali dan N2O 290 kali lebih besar dari CO2.

Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak terkena dampak pemanasan global. Terjadinya banjir dan longsor di berbagai daerah pada musim hujan, dan kekeringan berkepanjangan pada musim kemarau merupakan bukti dampak pemanasan global.  Selain itu, musim pun sudah makin tidak menentu, sehingga mempersulit petani dalam menentukan waktu tanam. Perubahan iklim global tersebut akhirnya akan berdampak terhadap ketahanan pangan nasional. Ironisnya, sebagai sektor yang paling banyak terkena dampak pemanasan global, pertanian juga merupakan penyumbang gas rumah kaca (GRK) global. Sektor pertanian menyumbang emisi GRK anthropogenik dalam pemanasan global sebesar 20%, dan sebesar 90% berasal dari pertanian daerah tropik. Indonesia sendiri sebagai negara berkembang di daerah tropik sudah menjadi salah satu pemasok GRK terbesar di dunia setelah Amerika dan Cina.

Besarnya kehilangan gas CO2 dari sektor pertanian disebabkan oleh cara praktik budidaya pertanian yang tidak berkelanjutan. Contoh budidaya pertanian yang memacu emisi GRK adalah pembakaran lahan dan pembajakan tanah. Pembakaran lahan bukan hanya menghasilkan GRK, tetapi juga merusak tanah. Pembajakan lahan disamping merusak agregasi tanah sehingga partikel-partikel tanah menjadi lepas dan karbon tanah hilang terbawa erosi, juga memacu oksidasi bahan organik tanah yang berakibat pada meningkatnya emisi gas CO2 dan menurunnya cadangan karbon tanah.

Sumber emisi GRK dari sektor pertanian dalam arti luas adalah dari lahan gambut, lahan sawah dan lahan kering. Emisi CO2 dari lahan gambut sebagian besar karena pembakaran lahan dan sistem drainasi yang berkelebihan. Sementara emisi GRK di lahan sawah karena emisi CH4 akibat sistem drainase yang buruk, sedangkan emisi GRK di lahan kering sebagian besar karena emisi gas CO2 akibat sistem olah tanah konvensional dan pembakaran lahan.

Oleh karena itu, diperlukan adanya mitigasi GRK melalui manajemen lahan berkelanjutan yang bukan hanya mampu meningkatkan penyerapan karbon, tetapi juga dapat mengurangi emisi gas CO2  dari sektor pertanian. Strategi peningkatan karbon dalam tanah bukan hanya akan membantu pengurangan emisi GRK, tetapi juga meningkatkan kesuburan tanah. Melalui penerapan  pengelolaan lahan berkelanjutan, peningkatan C dalam tanah sebesar 4/1000 per tahun (“4 per mille Soils for Food Security and Climate”) sebagai kebijakan global dapat dipenuhi.

Teknik-teknik budidaya pertanian yang mampu mengurangi emisi  CO2 dan sekaligus meningkatkan karbon dalam tanah serta kesuburan tanahnya antara lain teknik konservasi tanah, penanaman tanaman pelindung, diversifikasi tanaman, pertanian organik, dan agroforestri (wanatani).

Prof. Dr Ir. Muhajir Utomo, MSc

Prof. Dr Ir. Jamalam Lumbanraja, MSc

 

Dr Ir. Hendri Bucharie, MS

Ekspedisi Krakatau- Jurusan Ilmu Tanah

Sabtu-Minggu, 7-8 Juli 2018 mahasiswa Jurusan Ilmu Tanah melakukan Ekspedisi Krakatau. Ekspedisi Krakatau ini merupakan bagian dari praktikum mata kuliah Geologi dan Mineralogi Tanah mahasiswa Angkatan 2017. Field trip ini didampingi oleh Penanggung Jawab Mata kuliah Prof. Dr.Ir. Jamalam Lumbanraja, MSc dan anggota Dr.Ir. Supriatin, MSc, kemudian Zuldadan Naspendra, SP MSi dan Septi Nuraini, SP, MSi, serta sekretaris Jurusan Ilmu Tanah Nur Afni Afrianti, SP, MSc. Fieldtrip ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa yang didapat selama perkuliahan dan mengaplikasikan teori tersebut di lapangan, dengan mengidentifikasi jenis batuan pada landform vulkanik gunung krakatau, perkembangan profil tanah dan vegetasi pada wilayah gunung api berdasarkan toposequence. Selain bagian dari edukasi, ekspedisi krakatau ini menjadi bagian darmawisata di akhir perkuliahan semester genap.

Tim ekspedisi sedang persiapan keberangkatan menuju Krakatau

Dosen pendamping Ekspedisi Krakatau. Gambar dari kiri ke kanan (Septi Nurul Aini, SP MSi; Dr Supriatin, SP MSc; Zuldadan Naspendra, SP MSi; Prof. Dr Ir Jamalam Lumbanraja, MSc; Nur Afni Afrianti, SP MSc

Sarapan pagi di kaki Gunung Anak Krakatau

Stratifikasi tephra di lereng tengah anak Gunung Krakatau (ketinggian lokasi ini sekiitar 70 mdpl)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perjalanan dimulai dari Gedung A (Dekanat, Fakultas Pertanian) menuju Dermaga Canti, Lampung Selatan. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan kapal motor ke Pulau Sebesi. Pulau tersebut merupakan tempat menginap tim. Disekitar pulau tersebut terdapat gugus pulau kecil tempat wisata sekaligus pengamatan batuan dan identifiaksi formasi pembentukan pulau. Ke esokan harinya, perjalanan dilanjutkan ke Gunung Anak Krakatau. Pengamatan tanah dan identifikasi batuan dilakukan secara toposequence dengan 7 jumlah titik pengamatan.

Catatan sejarah menunjukkan pembentukan komplek Gunung Krakatau pada masa prasejarah diawali dengan adanya sebuah gunung api besar yang disebut Krakatau Besar dengan bentuk kerucut. Pada ratusan ribu tahun yang lalu terjadi letusan dahsyat yang menghancurkan dan menenggelamkan lebih dari 2/3 bagian Krakatau. Akibat letusan tersebut menyisakan 3 pulau kecil, yaitu Pulau Rakata, Panjang dan Sertung. Pertumbuhan lava yang terjadi di dalam kaldera Rakata membentuk dua pulau vulkanik baru, yaitu Danan dan Perbuatan.

Pada tanggal 27 Agustus 1883 terjadi letusan besar dan menghancurkan sekitar 60% tubuh Krakatau di bagian tengah sehingga membentuk lubang kaldera dengan diameter ± 7 km dan menyisakan 3 pulau kecil, yaitu pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang.

Kegiatan vulkanik di bawah permukaan laut terus berlangsung dan periode 1927-1929 muncul sebuah dinding kawah ke permukaan laut sebagai hasil erupsi. Pertumbuhan ini terus berlangsung membentuk pulau yang disebut Anak Krakatau (Sumber: Balai Konservasi Sumberdaya Alam Lampung).

Hasil pengamatan terakhir pada tanggal 7 Juli 2018 oleh tim Ekspedisi Ilmu Tanah Unila menunjukkan bahwa saat ini ketinggian Anak Gunung Api Krakatau mencapai 180 mdpl. Hal ini meunjukkan pertumbuhan rata-rata anak Gunung Api Krakatau sejak muncul pada tahun 1927 sampai 7 Juli 2018 mencapai 1.97 meter/tahun.

Anak Gunung Krakatau sedang erupsi mengeluarkan material piroklastik

Anak Gunung Kraktau sedang erupsi kecil. Gambar diambil pada ketinggian sekitar 50 mpdl

Selamat menikmati masa purnabakti bapak Prof. Dr. Ir. Ali Kabul Mahi, MS dan Prof. Dr. Ir. KES Manik, MS- “Terimakasih Bakti dan Dedikasimu, Jasa-jasamu akan selalu dikenang”

Bandar Lampung, Rabu 27 Juni 2018, keluarga besar jurusan Ilmu Tanah mengadakan acara Purnabakti Prof. Dr. Ir. Ali Kabul Mahi, MS dan Prof. Dr. Ir. KES Manik, MS. Acara yang diadakan di Rumah Makan Kayu, Way Halim tersebut hadiri oleh segenap staf pendidik dan kependidikan Jurusan Ilmu Tanah, Universitas Lampung. Acara berlangsung hangat dengan penuh keakraban. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Prof. Dr. Ir. Ainin Niswati, MS. Magr.Sc selaku ketua Jurusan Ilmu Tanah, kemudian sambutan disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr Ir. Irwan Sukri Banuwa, MS yang juga berasal dari Jurusan Ilmu Tanah. Ucapan terimakasih banyak disampaikan kepada beliau atas dedikasi yang telah setia mengabdi, membangun dan mengembangkan Jurusan Ilmu Tanah hingga 42 tahun lamanya. Prof. Ainin menyampaikan kiprah, karya dan dedikasi beliau patut menjadi teladan bagi kita semua di mana Prof. Dr Ir. Ali Kabul Mahi, MS telah banyak menghasilkan publikasi ilmiah dan karya berupa buku hingga tidak terhitung lagi jumlahnya, sedangkan Prof. Dr Ir KES Manik, MS selain menghasilkan publikasi dan karya buku, beliau juga dikenal rapi dengan dalam mengarsipkan dokumen-dokumen.

Prof. Dr Ir. Ali Kabul, MS

Prof. Dr Ir.KES Manik, MS dan istri

Dekan FP UNILA Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, MS

Ketua Jurusan Ilmu Tanah Prof. Dr Ir. AInin Niswati MS, MAgr.SC

Sebelum penutupan dengan acara makam malam, Jurusan Ilmu Tanah memberikan cinderamata sebagai kenang-kenangan dari segenap staf pendidik dan kependidikan. Selamat menikmati masa purna bakti dalam suasana lahir dan batin yang sehat, tentram, damai beserta istri, anak-anak dan cucu serta handai tolan lainnya, semoga Allah SWT memberkahi Bapak diberi kesehatan, kejernihan pikiran yang bertambah dan kearifan yang makin sempurna.

 

Penyerahan cinderamata oleh Dekan FP

Penyerahan cinderamata oleh Dekan FP

 

Kalau menanam si limau manis, jangan ditanam dekat buah jarak;

Ingin rasanya kami menangis, karena berpisah denganmu bapak;

Kalau matoa berbuah sudah, jangan ditebang atau rubuhkan;

Kalau ada luput dan salah, kami sekeluarga mohon maafkan;

Kalau ada sumur di ladang, jangan biarkan kering kerontang;

Kalau ada waktu yang lapang, ke manapun kami datang bertandang.

 

Acara ditutup dengan do’a oleh Ir Hery Novriansyah, MS, diakhiri dengan makan malam dan salam-salaman.

Maju Ilmu Tanah kita, Viva Soil, Soil Solid

Foto bersama keluarga besar Jurusan Ilmu Tanah, FP UNILA

3 Pakar Ilmu Tanah pada Program Faperta Berkarya di Radar TV Lampung

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 ini Faperta Berkarya berkerjasama dengan stasiun Radar TV Lampung. Tujuan acara tersebut adalah memperkenalkan/mensosialisasikan teknologi terbaru hasil riset fakultas pertanian kepada masyarakat petani dan memperkenalkan lebih jauh fakultas pertanian ke masyarakat luas.

Pada tanggal 5 april 2018, Program studi Ilmu Tanah mengirimkan 3 pakar ilmu tanah di bidang Survay dan Genesis tanah, yaitu Dr Ir Tamaluddin Syam, MS; Ir Didin Wiharso, MSi; dan Zuldadan Naspendra, SP, MSi. Pada acara tersebut tema yang diangkat adalah “Potensi tanah/lahan dalam mendukung ketahanan pangan”. Acara tersebut disiarkan secara live oleh Radar TV setiap hari kamis pekan ke 1 dan ke 3 pukul 19.00 WIB. Penonton juga bisa menyaksikan acara tersebut via streaming melalui website Radar TV Lampung.

 

Dosen PS. Ilmu Tanah Hasilkan 20 Paten Karya Ilmiah Tahun 2018

Selasa tanggal 27 Februari 2018 bertempat di aula pertanian. Penganugerahan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) Perolehan Hak Cipta Terbanyak Dalam Satu Catur Wulan Kepada Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) tahun 2018.

Program percepatan hak kekayaan intelektual yang dicanangkan pada tanggal 19 September 2017 oleh Dekan FP Unila Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., beserta tim percepatan perolehan hak kekayaan intelektual. Program ini dimulai pada tanggal 10 Oktober 2017 sampai dengan 10 Februari 2018. Dalam kurun waktu empat bulan tersebut FP Unila menghasilkan 101 hak cipta karya ilmiah berupa buku dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Pencapaian tersebut sekaligus meraih rekor MURI dengan Hak Cipta Terbanyak Dalam Satu Catur Wulan. Sementara Jurusan ilmu tanah berkontribusi sebanyak 20 karya ilmiah dalam pencapaian tersebut.

Adapun judul karya ilmiah kontribusi jurusan ilmu tanah adalah sebagai berikut:

  1. Pengelolaan Hutan dan Daerah Aliran Sungai Berbasis Masyarakat: Pembelajaran dari Way Basai Lampung. 2017. Prof. Dr Ir Irwan Sukri Banuwa, MSi; Dr Ir Agus Setiawan MS; Dr Ir Christine Wulandari, MS; Dr Ir Slamet Budi Yuwono, MS; Dr Ir Zainal Abidin, M.E.S; Dr Pitojo Budiono, MS; Kelik Istanto, ST MT; Dr Ir Irfan Affandi, MS;
  2. Optimalisasi Lahan Usahatani untuk Pembagunan Pertanian Berkelanjutan. 2009. Prof. Dr Ir Irwan Sukri Banuwa, MSi
  3. Sistem Pertanian Organik Berkelanjutan. 2011. Prof. Dr Ir Dermiyati, M.Agr.Sc
  4. Enzymes in Tropical Soils. 2014. Prof. Dr Ir Abdul Kadir Salam, MSc
  5. Ekologi Pertanian. 2017. Prof. Dr Ir Sri Yusnaini, MSi, Dr Ir Rusdi Evizal, MS
  6. Potensi Sumberdaya Biota Tanah sebagai Agensi Pupuk Hayati yang Ramah Lingkungan. 2010. Prof. Dr Ir Ainin Niswati, MS, M.Agr.Sc
  7. Resiko Lingkungan dari Perilaku Residu Herbisida dalam Tanah dan Strategi Mitigasinya. 2007. Prof. Dr Ir Dermiyati, M.Agr.Sc
  8. Geologi, Petrologi dan Mineralogi Tanah. 2012. Prof. Dr Ir Jamalam Lumbanraja, MSc
  9. Pengelolaan Ekosistem tanah untuk Memaksimalkan Peran Biota Tanah dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan. 2010. Prof. Dr Ir Sri Yusnaini, MSi.
  10. Pengelolaan Lingkungan Hidup. 2016. Prof. Dr Ir KES Manik, MS
  11. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konservasi tanah sebagai basis Pembangunan berkelanjutan. 2012. Prof. Dr Ir KES Manik, MS
  12. Pupuk Organik Organonitrofos dan Implementasinya. 2017. Prof. Dr Ir Dermiyati, M.Agr.Sc
  13. Kimia Tanah dan Air: Prinsip dasar dan lingkungan. 2017. Prof. Dr Ir Jamalam Lumbanraja, MSc
  14. Pengembangan Agroindustri Ramah Lingkungan. 2004. Prof. Dr Ir KES Manik, MS
  15. Selektivitas Erosi dan Nisbah Pengkayaan. 2016. Prof. Dr Ir Irwan Sukri Banuwa, MSi
  16. Teknik Olah Tanah: Teknologi Pengelolaan Pertanian Lahan Kering. 2012. Prof. Dr Ir Muhajir Utomo, MSc
  17. Teknologi Vermikompos. 2017. Prof. Dr Ir Ainin Niswati, MS, M.Agr.Sc
  18. Management of heavy metals in tropical soils environment. 2017. Prof. Dr Ir Abdul Kadir Salam, MSc
  19. Olah Tanah Konservasi Teknologi Mitigasi gas Rumah Kaca Pertanian Tanaman pangan. 2012. Prof. Dr Ir Muhajir Utomo, MSc; Ir Henrie MSi; Prof. Dr Ir Irwan Sukri Banuwa, MSi
  20. Erosi. 2013. Prof. Dr Ir Irwan Sukri Banuwa, MSi

 

Selain itu, pada tahun 2017, Prof. Dr Ir Ainin Niswati, MS Magr.Sc; Prof. Dr Ir Sri Yusnaini, MS dan Ir Sarno, MS dari jurusan ilmu tanah juga memperoleh Hak Paten dari Kemenkumham RI berupa “Formulasi pupuk fosfat dari batuan fosfat dan limbah cair agroindustri”.

Selamat kepada capaian jurusan ilmu tanah, semoga prestasi ini dapat dipertahankan.

 

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.