Virus Corona mengubah sistem pembelajaran di Indonesia yang awalnya tatap muka, berubah menjadi daring. Oleh karena itu PS. Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung, mengadakan kuliah umum secara Daring untuk menambah pengetahuan khususnya civitas PS. Ilmu Tanah Universitas Lampung, dan secara unum yaitu peserta dari luar Universitas Lampung. Kegiatan kuliah tamu ini dilakukan pada hari Rabu, 15 Juli 2020. Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari kalangan dosen yang masih bernaung di Jurusan Ilmu Tanah yaitu Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.Sc., merupakan salah satu guru besar ilmu tanah unila yang selama 29 tahun melakukan penelitian pengelolan tanah konservasi. Selain itu kami juga menghadirkan narasumber dari Universitas Brawijaya, Prof. Ir. Kurniatun Hairiah, Ph.D., salah satu guru besar ilmu tanah di Universitas Brawijaya yang secara konsisten meneliti bidang agroforestri. Kegiatan ini dipandu oleh moderator Dr. Ir. Afandi, M.P.






Materi yang di angkat dalam kuliah umum yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.Sc yaitu Sekuestrasi Karbon Tanah setelah 29 Tahun Penerapan Tanpa Olah Tanah: Strategi Meningkatkan Kesehatan Tanah dan Mitigasi Perubahan Iklim. Selain itu Prof. Ir. Kurniatun Hairiah, Ph.D menyampaikan materi yang berjudul “Tanah Sehat dan Petani Bijak: Bertindak Lokal Berdampak Global”. Kegiatan ini dihadiri 382 peserta, yang terdiri dari dalam Fakultas Pertanian dan peserta dari luar Universitas Lampung. Materi yang disampaikan oleh narasumber memiliki titik tekan materi yaitu (1) Memberikan penjelasan tentang peran pengelolaan tanah dalam perbaikan kesehatan tanah, terutaman pengolahan tanah tanpa oleh tanah terhadap daya simpan karbon dalam tanah (2) Pengelolaan agroforestry yang tepat sangat di butuhkan dalam menjaga stok karbon di dalam tanah dan (3) Sharing pengalaman dan memberikan contoh (studi kasus) mengenai dampak akibat konversi hutan, agroforestry ke non pertanian.


Kegiatan kuliah umum seris 5 ini diharapkan peserta paham terhadap pentingnya pengelolaan tanah yang tepat dan kegiatan konservasi yang bijak dan peserta mempunyai bekal wawasan yang cukup dalam mitigasi perubahan iklim dengan perilaku pertanian dan agroforestry yang konservatif.


